PERALATAN TEMPUR MAMAPERAH

Kata orang, kalo pake ASI itu bisa lebih hemat daripada pake sufor. Hhmm.. Kalo menurut saya, tergantung peralatan tempur yang mau kita pake. Tapi.. Kalo saya sih biar semahal apapun, akan saya usahakan untuk ngASI, karena tidak ada yang bisa menandingi kehebatan ASI, walaupun haris bekerja meninggalkan adek bayi demi sesuap nasi dan segenggam berlian.

Untuk kalian para bunda dan calon bunda atau ayah dan calon ayah, perlu diperhatikan nih beberapa alternatif peralatan tempur mamaperah yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran dompet masing-masing.

1. Alat memerah  ASI
Sebagian besar bunda menggunakan pompa ASI atau breastpump untuk memerah. Sebagian kecil lainnya memilih untuk memerah menggunakan tangan alias marmet (teknik marmet kita bahas terpisah). Dari sisi biaya, tentu marmet ini sangat hemat. Bisa kapan pun di mana pun modal cuci tangan dan hand sanitizer, tinggal buka dan marmet.. Di peringkat selanjutnya ada pompa ASI manual, pompa ASI elektrik, dan pompa ASI double elektrik.. Ini pun masih bervariasi harganya tergantung mau pake merek apa.. Bahas merek nanti yaa..

Dari sisi kenyamanan, tidak selalu berbanding lurus dengan harga. Saya pribadi lebih menyukai pompa manual yang dikombinasi dengan marmet. Mengapa demikian..? Karena dengan pompa manual saya bisa menjadi mamaperah di mana saja, ngga bingung kehabisan batre atau cari colokan listrik. Bisa di taksi, di kubikel, di toilet, di perpus, bahkan di shelter pun jadi. Teknik marmet biasanya saya lanjutkan setelah menggunakan pompa manual. Tujuannya untuk mengosongkan payudara (PD) agar lebih maksimal (ingat teorinya, makin kosong makin banyak diproduksi, makin sering dikosongkan makin sering juga diproduksi kembali). Bagi sebagian bunda yang lebih menyukai pompa elektrik juga tentu ada sebabnya. Pake pompa elektrik bisa sambil ngetik di kubikel (asal jangan sambil rapat ya), bisa sambil main hp, dan bisa sambil nyusuin sebelah lagi. Untuk yang ingin menghemat waktu perah, bisa juga pake pompa double elektrik. Waktu perah akan berkurang setengahnya (tidak termasuk waktu yang dibutuhkan untuk cuci kering dan mobilisasi ASI), dan dengan pompa double elektrik ini juga bisa memanfaatkan momen LDR dimana PD yang satu suka ikut ngucur kalo PD satunya diperah.

2. Alat Pelindung/Penutup Menyusui
Biasa disebut apron. Saya pernah punya apron yang kaya celemek diiket di belakang, punya juga yang kaya jilbab lebar tapi ngga ada kepalanya. Tapi kalo untuk mobile, saya lebih suka pake jaket ke mana-mana. Jaket dipake dari depan, kalo yang dipompa PD kanan, cuma tangan kanan yang masuk jaket, tangan kiri mompa.. Dan sebaliknya. Multifungsi juga kan nih jaket..

3. Cooler Bag + ice gel/pack
Pandai pandailah memilih cooler bag. Baaanyaaaaakk sekali pilihan cooler bag. Dari yang harganya di bawah seratus ribu, sampe 500rb an juga ada. Ada yang lucu.. ada yang macho.. Sesuaikan cooler bag dengan jenis pekerjaan dan kondisi lapangan (baca: kantor). Kalo di kantornya ngga ada kulkas, pilih cooler bag yang lapisan termalnya tebal, jangan yang cuma pake alumunium foil buat pelapisnya. Trus pilih ice pack yang sudah dibekukan seharian (ice pack lebih tahan lama dinginnya). Ada juga cooler bag yang banyak ruang penyimpanannya. Cocok buat bunda yang mobile dan bawa banyak barang. Jadi cukup bawa satu tas aja ke mana-mana (saya sih sekalian bawa laptop ke mana-mana).
Kalo cooler bag hanya digunakan untuk perjalanan pulang aja (sekitar maksimal 3 jam), cukup pake cooler bag yang biasa aja, dan cukup dengan hanya menggunakan ice gel. ASIP di kantor jangan dibekukan, jadi ngga ada risiko ASIP mencair di jalan. InsyaAlloh sampe rumah tetep dingin.  (tapi emang dasar emak emak pasti tetep cari yang lucu lucu yah..)

4. Media Penyimpanan ASIP
Media penyimpanan ASIP untuk dibawa ke kantor atau mobile, juga disesuaikan dengan kebutuhan ya pastinya. Kalau saya lebih nyaman bawa botol plastik aja ke kantor. Pertimbangannya ngga berat, ngga takut pecah, dan tutupnya ulir (ngga riskan lepas tutupnya). Sayang kah kalo hasil perjuangan harus berakhir drama pertumpahan ASIP. Selain itu, saya juga biasanya bawa plastik ASIP buat cadangan kalo botol yang saya bawa udah kepenuhan.

5. Peralatan Lainnya
Ini peralatan lain yang harus dibawa antara lain tissue basah, tissue kering, hand sanitizer, spidol marker, selotip kecil.
Tissue basah untuk lap lap sisa ASIP yang lengket atau untuk cuci pompa ASI dalam keadaan darurat.
Tissue kering ya buat lap lap apapun.
Hand sanitizer, wajib buat saya sebelum merah.
Spidol marker dan selotip untuk kasih label. Saya lebih suka pake selotip ini karena mudah dibuka lagi dan ngga berbekas pas dicuci.

Demikian sekelumit cerita peralatan tempur mamaperah yang pernah saya gunakan.
Ini ceritaku.. Mana ceritamu..?

Ditulis oleh
www.rentalfreezer.com
Dalam kegalauan pengen punya adek bayi lagi *eh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s